Wednesday, December 1, 2010

Sisakan untuk Hari Kiamat

Suatu hari, Umar bin Khatthab melihat Jabir bin Abdullah membawa daging. Umar bertanya,” Apakah ini, hai Jabir?” Jabir menjawab, “Ini daging yang saya beli, karena saya menginginkannya.” Umar menukas,”Apakah semua yg kamu inginkan kamu beli? Tidakkah sebaiknya kamu mengosongkan sebagian perutmu untuk memberikan makanan kepada tetangga dan keponakanmu. Tidakkah kamu perhatikan firman Allah, Kesenanganmu telah kamu habiskan dalam kehidupanmu di dunia dan kamu telah bersenang-senang dengannya?”

Maksud Umar, orang-orang yang terus menerus memenuhi keinginannya pada hakikatnya tidak menyisakan sebagian dari kesenangan itu untuk hari akhirat. Umar berlaku demikian karena mencontoh sunnah Rasulullah saw. Ia bercerita:
“Aku pernah meminta izin untuk menemui Rasulullah. Aku mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku. “
“Kenapa engkau menangis, hai putra Khathtab?' Rasulullah bertanya. Aku berkata, 'Bagaimana tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau. Engkau ini nabi Allah, kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yg aku lihat sekarang ini. Padahal di tempat nun jauh disana, Kisra dan Kisar duduk di kuil emas, berbantalkan sutra.'Nabi yang mulia berkata, 'Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kamu yg menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir kita. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yg bepergian pada musim panas; ia berlindung sejenak dibawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya.'” (Hayat Al Shahabah 2:215)

Seperti dinyatakan dalam ayat yang dikutip oleh Umar, orang-orang kafir menghabiskan semua kesenangan itu di dunia. Dan di hari orang-orang kafir itu dibawa k neraka (dikatakan kepada mereka), ”Kesenanganmu telah kamu habiskan dalam kehidupanmu di dunia dan kamu telah bersenang-senang dengannya. Maka pada hari ini, kamu dibalas dengan siksaan kehinaan karena kamu menyombongkan diri di muka bumi, dengan tiada menurut kebenaran dan karena kamu melakukan kemaksiatan.” (QS 46:20)

Jalaludin Al Suyuthi lalu mengutip hadist riwayat Ahmad dan Baihaqi: “Rasulullah saw bermaksud masuk ke rumah Fathimah. Tiba-tiba dilihatnya tirai pada pintu rumah Fathimah dan gelang perak pada tangan Hasan dan Husein. Nabi tidak jadi masuk. Fathimah lalu menyobek tirai dan mengambil gelang dari kedua putranya. Ia mematahkan gelang itu, sehingga keduanya menangis. Hasan dan Husein datang kepada Nabi sambil menangis. Beliau mengambil potongan gelang itu dan berkata kepada sahabatnya, “Hai Tsauban, berangkatlah dengan potongan gelang ini kepada keluarga Flan, penduduk Madinah. Belilah untuk Fathimah kalung dari kayu dan dua buah gelang dari tulang. Aku tidak ingin keluargaku menghabiskan kesenangan mereka dalam kehidupan dunia ini.'” (Tafsir Al-Durr Al-Mantsur 7:448)

[Jalaludin Rakhmat]

No comments:

Post a Comment