Telah melupakan kamu upaya menumpuk kekayaan
sampai kamu masuk ke dalam kubur
Nah, kamu akan segera mengetahuinya (akibat dari perbuatanmu itu)
Pasti kamu akan segera mengetahuinya
Nah, kamu akan mengetahuinya dengan ilmu yakin
Pasti kamu akan melihat nereka Jahiim
Sungguh, kamu akan melihatnya dengan 'ainul yaqin
Kemudian, sungguh, pada hari itu kamu akan ditanya tentang nikmat yang kamu peroleh hari ini
(Surat At-Takatsur: 1-7)
Tengah hari di Madinah. Karena panas yang menyengat, semua makhluk berlindung di tempat-tempat teduh. Penduduk Madinah umumnya memilih tidur siang. Jalan-jalan lengang. Tidak ada yang bergerak, kecuali debu-debu dan daun-daun yang diterbangkan angin. Tiba-tiba muncul seorang lelaki, terhuyung-huyung menuju masjid. Setelah itu datang lelaki lain.
“Apa yang menyebabkan engkau keluar pada jam seperti ini, hai Abubakar?,” tanya Umar, laki-laki yang dateng belakangan. “Aku keluar karena desakan lapar,” kata Abubakar. Umar berkata, “Demi Allah yang diriku ada di tangan-Nya, akupun terpaksa keluar karena lapar.”
Ketika keduanya duduk di masjid, Rasulullah saw datang,”Mengapa kalian keluar pada jam seperti ini,” tanya beliau. “Rasa lapar yang memilin perut kami, ya Rasul Allah,” keduanya menjawab. “Demi yang mengutusku dengan kebenaran, aku pun keluar karena sebab yang sama. Bangunlah, marilah kita pergi ke rumah Abu Ayyub Al-Anshari.”
Ketiganya sampai di rumah Abu Ayyub. Istrinya menyambut mereka, “Marhaban bi Nabiyyillah wa bi man ma'ah. Selamat datang, Nabi Allah. Selamat juga orang-orang yang besertanya.” “Kemana Abu Ayyub?,” tanya Nabi. “Ia sedang keluar, tetapi sebentar lagi datang, ya Nabi Allah,” jawab istri Abu Ayyub.
Memang, tak lama kemudian Abu Ayyub datang. Ia sangat senang arena mendapat kunjungan tamu-tamu yang mulia. Ia segera memotong satu tangkai kurma. Nabi menegurnya, mengapa ia memotong satu tangkai, padahal yang mau diambil hanya buahnya. Abu Ayyub berkata,”Saya ingin sekali engkau makan kurma, baik yg masih muda maupun yg sudah matang.”
Untuk menjamu Rasulullah dan kedua sahabatnya, Abu Ayyub menyembelih kambing yang masih muda. Setengahnya dimasak, dan setengahnya lagi di panggang.
Nabi dan kedua sahabatnya makan sampai kenyang. Nabi bersabda,”Roti, daging, kurma matang, kurma segar, kurma muda.” Nabi menyebut makanan yang terhidang, sementara air matanya tergenang di pelupuk matanya. Beliau berkata lagi, “Demi yang diriku ada ditangan-Nya, inilah nikmat yang akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah nanti pada hari kiamat. “Lalu beliau membaca ayat terakhir surah At-Takatsur,”Kemudian, sungguh, pada hari itu kamu akan ditanya tentang nikmat yang kamu peroleh hari ini,” (Tafsir Al-Durr Al-Mantsur 8:609-611)
[Jalaluddin Rakhmat]
No comments:
Post a Comment